E-gaming cabang Olahraga Baru Berkaitan Dengan Teknologi

E-gaming cabang Olahraga Baru Berkaitan Dengan Teknologi - Sebuah kabar gembira menghampiri para pemain game sejati di benua Asia. Mimpi para pemain game untuk mendapatkan medali emas karena menjadi sosok terhebat dalam bermain game bisa menjadi kenyataan.
Tahun 2020 mendatang, Jepang akan menjadi tuan rumah Olimpiade selanjutnya. 

Meskipun masih beberapa tahun lagi, namun segala persiapan telah dilakukan. Contohnya kehadiran para karakter anime dan manga yang dijadikan duta sekaligus merchandise resmi Olimpiade Tokyo 2020 yang akan datang.

Kejadian serupa juga dilakukan oleh Komite Olimpiade Perancis saat itu. Meskipun Olimpiade Paris baru berlangsung di tahun 2024, namun pihak komite tengah merencanakan untuk mendaftarkan sebuah cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan, yaitu eSports.

E-gaming cabang Olahraga Baru Berkaitan Dengan Teknologi

Mengapa Tak Ada Anime Biasanya  Di Merchandise Resmi Olimpiade Tokyo 2020?


Kompetisi game akan dimasukkan dalam olimpiade paris 2024. Esports sebetulnya bukan hal yang betul-betul baru. Olahraga "elektronik" yang erat dengan kompetisi game ini sebetulnya sudah hadir sejak tahun tujuhpuluhan. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi yang sangat pesat dan kehadiran game online, eSports mulai memasuki era puncaknya di tahun duaribuan.

Adalah Tony Estanguet, selaku wakil presiden Komite Olimpiade Paris 2024 yang mengusulkan kehadiran eSports sebagai olahraga terbaru untuk memperebutkan medali. Menurutnya, generasi muda sangat menggemari eSports, sehingga hal ini pantas untuk diusahakan dan dicoba.

Olympic Council of Asia (Dewan Olimpiade Asia) atau biasa disingkat OCA baru saja mengumumkan jika kompetisi game atau e-sport akan menjadi salah satu cabang di Asian Games 2022 yang akan diselenggarakan di Hangzhou, China. Sebuah kabar gembira menghampiri para pemain game sejati di benua Asia. Mimpi para gamer untuk mendapatkan medali emas karena menjadi sosok terhebat dalam bermain game bisa menjadi kenyataan.

Cabang ini akan dimasukkan secara resmi setelah acara demonstrasi kompetisi e-sport di Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) yang digelar pada September mendatang, juga Asian Games 2018 di Indonesia. OCA belum memberikan daftar penuh dari game apa saja yang akan dimainkan dalam turnamen tersebut, tetapi sudah bisa akan dipastikan para peserta nantinya bisa bertarung di game FIFA 2017, juga game-game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) dan RTA (Real Time Attack), yang memungkinkan game-game online populer macam League of Legends dan StarCraft II masuk ke dalamnya.

Meski Asian Games tidak menawarkan hadiah sebesar beberapa turnamen game profesional kenamaan, tapi hal ini menandai e-sport pada akhirnya berhasil mencuri perhatian masyarakat luas. Ke depannya, e-sport bisa semakin dekat dengan olahraga tradisional modren. Asian Games sendiri diketahui sebagai kompetisi olahraga kedua terbesar di dunia, di belakang Olimpiade yang menjadi arena olahraga terbesar di dunia. Alisports, perusahaan e-sport milik raksasa e-commerce China, Alibaba, akan menjadi mitra OCA untuk mengembangkan pemasaran olahraga elektronik ini.


"Kami akan berkolaborasi ke depannya dengan Alisports terkait konsep olahraga digital selaras dengan acara olahraga. Kami yakin kapabilitas Alisport dan pengalamannya dalam e-sport dapat membantu OCA dalam mengembangkan semua olahraga," ujar HE Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah, Presiden OCA, dalam situs resmikala itu. Kabar ini mengingatkan para gamer di Asia untuk segera meningkatkan skill masing-masing agar bisa mewakili negaranya di kompetisi prestisius tersebut. 

Sekian berita teknologi kali ini oleh tim tekno medan mengenai E-gaming cabang Olahraga Baru Berkaitan Dengan Teknologi Semoga bermanfaat buat kita semuanya. Sumber : kumpaman  . com


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments